Minggu, 04 Juli 2010

SUSUNAN PENGURUS DKM 1431 S/D 1434 H

SUSUNAN PENGURUS DKM BAITURRAHMAN RIDGE CAMP 1431 s/d 1434 H

DEWAN PENASIHAT
H. Nana Supriatna
H. Samanhudi
H. Hayatdin
H.M. Sururi
Ramli Boiratan

TAKMIR
Muhirudin

DEWAN PENGURUS
Ketua : Warsito QMS
Wakil Ketua : Mugiyono (Sandvik)

Bendahara
Koordinator : Sugito UG
Anggota : Tri Suryo Cahyono

Sekretaris
Koordinator : Budi Santoso (DOZ)
Anggota :
Maman Suherman
Maulana Ahwaniy

Bidang LAZ
Koordinator : Aris Budiman
Anggota :
Muji Raharjo
Yunus Kulya

Bidang Dana Donatur
Koordinator : Ardiansyah
Anggota :
Anas Malkhudi
Ramli T. Noor

Bidang Keamanan
Koordinator : Ponirin
Anggota :
Sriono
Suro Widodo
Buyung Manan

Bidang Perpustakaan
Koordinator : Wahyu Rahmat
Anggota :
Teguh Trijoto
Nurnanto
Suryono UG
Imam Haryanto

Bidang Kantin
Koordinator : H. Margono
Anggota :
Suyono UG
Bramantio
Sono

Bidang Transportasi
Koordinator : Supriyo
Anggota :
Maryitno
Tri Mulyo
Erianto Widodo

Bidang Pemuda & Publikasi
Koordinator : Helmi Aminulloh
Anggota :
Muhammad Lide
Budi Santoso (Trakindo)
Joko Atmojo
Dian Esa
Andi Sugiyono
Eko Cahyono
Laode Effendy
Imron Rosadi

Bidang Dakwah
Koordinator : Deni Susilo
Anggota Sub Bid. Taklim :
Ahmad Syakirun (Co)
Ramdhan Rabbani
Asmuin
Suroso
Dwiyanto
Anggota Sub. Bid. Pendidikan & PHBI :
Saifudin (Co)
Endang Budi Utomo
Pendi Pradana

Bidang Perlengkapan & Humas
Koordinator : Rusmidi H.W.
Anggota :
Anggota Sub Bid. Maintenance :
Agus Prihartono
Zaenal Fanani
Hasyim Ashari
Suparno UG
Umar Sahari
Arifambudi
Siswo
Anggota Sub Bid. Konsumsi :
H. Yusuf (Co)
H. Yamin
Abdul Somad
Wahyu (PSU)
Yusdin
Eko (PSU)
Anggota Sub.Bid. Listrik & Soundsystem
Solikin (Co)
Pramu Edi
Ruslan AG
Haryono
Tri Suryo Cahyono
Baca Selengkapnya...

PROFIL

Media Informasi Baiturrahman Ridge Camp dibuat pada tanggal 5 Juli 2010 / 23 Rajab 1430 H di Ridge Camp, Tembagapura, Papua.

Blog ini dimaksudkan sebagai sarana yang dapat dipergunakan oleh DKM maupun Jama'ah masjid Baiturrahman Ridge Camp untuk keperluan Da'wah & Syiar Islam.

ALAMAT SEKRETARIAT
PT. Freeport Indonesia, Tembagapura, Ridge Camp, 99930, Telp. 0901 41 2277, E-mail baiturrahmanrc@gmail.com

LATAR BELAKANG
Informasi & komunikasi merupakan komponen yang sangat penting di dalam suatu organisasi. Sebagai salah satu lembaga organisasi di lingkungan masjid, DKM Baiturrahman RC merasa perlu untuk membangun sebuah wadah atau media yang bisa dijadikan sebagai sarana informasi yang baik & dapat menunjang kegiatan-kegiatan lingkungan masjid. Oleh karena itu dibuatlah blog ini dengan maksud untuk dipergunakan sebaik-baiknya & dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan umat di Ridge camp khususnya.

V I S I
Membangun Media Komunikasi & Informasi di lingkungan masjid Baiturrahman RC guna kelancaran setiap kegiatan.

M I S I
1. Belajar untuk berdakwah & melakukan syiar melalui media tulis
2. Mendokumentasikan setiap kegiatan yang ada, dalam bentuk fotografi, ringkasan ta'lim tertulis, dsb.
3. Menjadi media yang dapat melingkupi setiap informasi / kegiatan masjid.
4. Mencoba bangkit bersama dalam mengikuti perkembangan zaman

SASARAN
DKM dan jama'ah RC yang ingin menuangkan ide / karya dalam bentuk tulisan & media lainnya yang dapat ditampilkan pada sebuah blog.

TIM ADMIN (sementara)
1. Maulana Ahwaniy
2. Mastohar de Tonto

NB: Bagi yang ingin menampilkan tulisan / karyanya pada blog ini dipersilahkan untuk menghubungi Tim Admin.
Baca Selengkapnya...

Jumat, 02 Juli 2010

"Saya Ingin Jadi Senator AS Pertama yang Berjilbab"

sumber : http://www.eramuslim.com/

Jumat, 23/04/2010 08:59 WIB

Setelah hampir 10 tahun peristiwa serangan 11 September di AS, terjadi perubahan pandangan di kalangan aktivis generasi muda musim di negeri itu.

Kebanyakan dari mereka kini tidak lagi berusaha melawan stigma buruk yang dilekatkan pada warga muslim akibat peristiwa itu, atau memberikan pendidikan bagi mereka yang kurang informasi tentang Islam. Generasi muda muslim itu sekarang cenderung memilih jalur politik untuk menunjukkan eksistensi mereka sebagai bagian dari warga negara AS, misalnya dengan melibatkan diri dalam organisasi hak asasi manusia dan kegiatan lingkungan hidup.

Salah satu dari mereka ada seorang remaja muslimah, Dana Jabri yang masih berusia 16 tahun. Ia meyakini, satu-satunya cara bagi generasi muda muslim AS agar bisa maju adalah dengan terjun ke dunia politik. "Kami memiliki kepedulian yang sama besarnya dengan kepedulian orang lain terhadap problem yang terjadi di Amerika," kata Jabri, muslimah berjilbab keturunan imigran asal Suriah ini.
"Saya ingin menjadi senator AS pertama yang berjilbab," tegas Jabri yang bermukim di Chicago.

Aktivitas yang dilakukan generasi muda muslim mendapat perhatian masyarakat AS, terutama di Chicago, salah satu kota di AS yang banyak penduduk muslimnya. Diperkirakan ada 1,5 juta muslim di kota itu.

Salah satu kegiatan anak-anak muda muslim yang banyak peminatnya adalah "Illinois Muslim Action Day". Dalam kegiatan ini, mereka melakukan pertemuan dan memberikan berbagai masukkan pada anggota legislatif di gedung DPR Springfield. Di tahun pertama, peserta kegiatan ini hanya 500 orang. Tapi tahun ini, pesertanya meningkat dua kali lipat. Dalam "Illinois Action Day" hari Kamis (22/4), anak-anak muda muslim ini berangkat ke Springfield dengan menggunakan belasan bis dari sekolah-sekolah dan masjid-masjid.

Direktur Eksekutif Council of American-Islamic Relations (CAIR), Ahmed Rehab mengatakan kegiatan itu menunjukkan bahwa warga muslim sudah merasa sebagai bagian dari negara AS. "Hidup kami di sini, ini negara kami juga. Ada yang bisa kami lakukan, bukan dengan kata-kata yang keras tapi dengan tindakan yang benar," ujar Rehab.

Direktur Council of Islamic Organization of Greater Chicago, Kiran Ansari yang mengkordinir acara itu menambahkan, generasi muda muslim sangat antusias untuk ikut terlibat dalam kegiatan seperti itu. Menurut Ansari, faktor yang mendukung antusiasme generasi muda muslim melibatkan diri dalam berbagai kegiatan politik adalah, karena bahasa pertama mereka umumnya bahasa Inggris, sehingga mereka percaya bisa mengubah kondisinya lebih baik dibandingkan pada masa orang tua mereka.

Sebuah studi yang dilakukan di AS mempekirakan bahwa lebih dari setengah komunitas muslim imigran di negeri itu lahir di luar AS. Anak-anak imigran muslim itu sejak kecil sudah merasa dicurigai karena latar belakang agama mereka. "Mereka adalah generasi katalis. Generasi-generasi pertama muslim tumbuh di tengah institusi privat seperti masjid, sekolah, acara pernikahan dan pemakaman. Generasi ini menjadi pusat perhatian jika berada di ruang publik," kata Eboo Patel, direktur Interfaith Youth Core.

Hari itu, adalah kali kedua Dana Jabri ikut berangkat ke Springfield. Remaja muslimah itu tidak begitu ingat detil peristiwa serangan 11 September 2001 yang melululantakkan menara kembar World Trade Center di New York, karena ketika itu ia masih di kelas dua SD. Tapi Jabri masih mengingat kata-kata dan perasaan "khusus" setelah peristiwa itu.

"Yang saya ingat, semua kepala berita bertuliskan 'teroris, teroris', semua hal yang negatif," ungkapnya.

Dengan bijak Jabri mengatakan, bahwa efek dari peristiwa itu tidak terhindarkan, apalagi peristiwa itu selalu menjadi bahan diskusi di sekolah hampir setiap tahun. Kebetulan pula, Jabri sering mendengar kasus-kasus yang berkaitan dengan peristiwa 9/11 dari orang lain yang tidak dikenalnya.

"Kami punya kebanggaan sebagai orang Amerika," tukasnya. (ln/aby)



Baca Selengkapnya...

Antara Malu dan Iman

sumber : http://www.alsofwah.or.id/

Selasa, 13 Mei 08


عَنْ أَبِيْ مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بْنِ عَمْرٍو اْلأَنْصَارِيِّ الْبَدْرِيِّ رضي الله عنه، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ اْلأُولَى، إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ

Dari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Anshari al-Badri RA, me-ngatakan, Rasulullah SAW bersabda, "Salah satu perkara yang telah diketahui manusia dari ucapan para nabi terdahulu: Jika kamu tidak malu, maka lakukan apa yang kamu suka." (HR. al-Bukhari)*

SYARAH
Imam an-Nawawi berkata:
Sabdanya, "Jika kamu tidak malu, maka lakukan sesukamu." Artinya, jika kamu hendak melakukan sesuatu; bila ia termasuk perkara yang tidak membuat malu untuk dikerjakan, baik terhadap Allah maupun manusia, maka lakukanlah. Jika tidak, maka jangan laku-kan. Pada hadits inilah berputar poros Islam seluruhnya. Berdasarkan hadits ini, maka sabdanya, "maka lakukan apa yang kamu suka" adalah perintah mubah. Karena, jika perbuatan itu tidak dilarang secara syar'i, ia adalah mubah. Sebagian ulama ada yang menafsirkan hadits ini, bahwa jika kamu tidak malu kepada Allah SWT dan tidak merasa mendapat pengawasanNya, maka ikuti keinginan nafsumu dan la-kukan sesukamu. Dengan demikian, perintah ini untuk tahdid (ancam-an), bukan kebolehan. Ini seperti firmanNya, "Perbuatlah apa yang kamu kehendaki." (Fushshilat: 40).

Dan seperti firmanNya, "Dan kacaukanlah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu." (Al-Isra': 64)

Imam Ibnu Daqiq berkata:
Makna sabdanya, "Dari ucapan para nabi terdahulu…" bahwa malu itu senantiasa terpuji, dinilai baik lagi diperintahkan, yang tidak dihapus dalam berbagai syariat para nabi terdahulu.

Sabdanya, "Lakukan apa yang kamu suka," di dalamnya terdapat dua tinjauan:

Pertama, lafal tersebut berbentuk perintah dengan makna ancaman, dan tidak dimaksudkan sebagai perintah, seperti firmanNya, "Perbuatlah apa yang kamu kehendaki." (Fushshilat: 40). Ini ancaman, karena Allah telah menjelaskan kepada mereka tentang apa yang mereka kerjakan dan apa yang mereka tinggalkan. Juga seperti sabda Nabi SAW,

مَنْ بَاعَ اْلخَمْرَ فَلْيُشَقِّصِ اْلخَنَازِيْرَ.

"Barangsiapa yang menjual khamar, hendaklah ia memotong-motong babi.",**

Di dalam hadits ini tidak ada kandungan yang membolehkan memotong babi.

Kedua, maknanya, kerjakan segala yang tidak membuat malu ketika pelakunya menampakkannya. Senada dengan ini, ialah sabda beliau SAW,

الحَيَاءُ مِنَ اْلإِيْمَانِ.

"Malu itu sebagian dari iman."

Artinya, ketika malu itu menghalangi pelakunya dari berbagai kenistaan dan membawanya kepada kebajikan, sebagaimana iman menghalanginya orang yang beriman dari kenistaan tersebut dan membawanya kepada ketaatan, maka ia berkedudukan sebagai iman karena menyamainya dalam hal itu. Wallahu a'lam.

Syaikh Ibnu Utsaimin berkata:

Sabdanya, "Salah satu perkara yang telah diketahui manusia dari ucapan para nabi terdahulu, Jika kamu tidak malu, maka lakukan apa yang kamu suka." Yakni, salah satu peninggalan para nabi terdahulu yang terdapat pada umat-umat sebelumnya, dan diakui oleh syariat ini, "Jika kamu tidak malu, maka lakukan apa yang kamu suka." Artinya, jika kamu melakukan suatu perbuatan yang tidak membuat malu, maka lakukan sesukamu. Ini salah satu dari dua tinjauan. Yakni, lakukanlah dalam pengertian ini.

Aspek kedua, jika manusia tidak punya rasa malu, maka ia melakukan sesukanya dan tidak peduli. Kedua makna ini benar.

Faedah Hadits

Rasa malu itu merupakan salah satu perkara yang dibawa oleh syariat-syariat terdahulu, dan manusia semestinya bersikap tegas. Jika sesuatu tidak membuat malu, maka silahkan melakukannya. Kemutlakan ini dibatasi dengan sesuatu yang bila dikerjakan akan mendatangkan kerugian. Ia dilarang dikerjakan, karena mengkhawatirkan mafsadahnya.

CATATAN KAKI:

* HR. al-Bukhari, no. 3483, 3484, 6120
** Hadits dha'if: Ahmad, 4/253; Abu Daud, no. 3489; ad-Darimi, 2/ 155; al-Baihaqi dalam al-Kubra, 6/ 12; ath-Thabrani dalam al-Ausath, 8/ 245; dan didhaifkan al-Albani dalam Dha'if al-Jami', no. 5499.
Berkata muallif an-Nihayah fi Gharib al-Hadits, "Ini adalah kata perintah tetapi maknanya adalah larangan. Dan berkata Muhammad Syamsul Haq Abadi, 'Makna hadits ini adalah mempertegas dan memperkuat haramnya khamar'." Lihat Aun al-Ma'bud, (editor).
*** Muttafaq alaih: al-Bukhari, no. 24; dan Muslim, no. 36
Baca Selengkapnya...